Sebutir Apel Sehari dan Nikmati Manfaatnya

Buah apel mengandung prebiotik yang memberi makan bakteri usus yang baik sehingga bagus buat pencernaan. Apel juga mengandung serat larut dan tidak larut yang dapat membantu mengatur pergerakan usus. Sistem kekebalan tubuh juga dapat mengambil manfaat dari makan apel karena mengandung pektin.

Sarat dengan nutrisi, serat, dan antioksidan, apel hadir dengan berbagai manfaat kesehatan, mulai dari meningkatkan kesehatan usus hingga mencegah penyakit kronis. Berikut tujuh manfaat apel buat kesehatan, dilansir dari Insider.

Meningkatkan kesehatan usus Ada bakteri baik di usus yang membantu menjaga masalah pencernaan, seperti kembung, dan penelitian menunjukkan apel, terutama apel organik dapat menjaga mikrobioma usus yang sehat.

“Apel mengandung pektin, sejenis serat larut, yang merupakan prebiotik, memberi makan bakteri usus yang baik di mikrobioma usus besar,” kata Emily Rice, staf ahli diet di Pusat Medis Wexner Universitas Ohio.

Dengan memberi makan bakteri baik dan membantunya berkembang, pektin dalam apel membantu menjaga kesehatan usus, menghasilkan manfaat seperti buang air besar secara teratur dan meningkatkan kekebalan, kata Rice.

Mengatur pergerakan usus Satu apel dengan kulit mengandung sekitar 4,5 gram serat, termasuk serat larut dan tidak larut, yang memiliki manfaat usus berikut. Serat larut menyerap air dan berubah menjadi zat seperti gel yang dapat memperlambat pencernaan, mencegah diare. Serat tidak larut mengisi tinja dan membantu makanan melewati usus dengan cepat, mencegah sembelit.

Menurunkan tekanan darah Apel belum tentu sumber yang kaya potasium. Tetapi jika mengonsumsinya bersama dengan diet sehat yang beragam, potasium dalam apel dapat membantu berkontribusi pada tekanan darah yang sehat karena dapat merelaksasi dinding pembuluh darah sehingga mengurangi ketegangan.

Sebuah tinjauan tahun 2015 dari tiga studi menemukan orang yang makan lebih dari empat porsi buah seminggu dan sayuran utuh, termasuk apel, memiliki risiko lebih rendah terkena tekanan darah tinggi daripada yang hanya makan buah dan sayuran utuh sebulan sekali. Sebutir apel mengandung sekitar 107 miligram potasium. Asupan kalium harian yang direkomendasikan adalah 2.600 mg untuk wanita dan 3.400 mg untuk pria.

Menurunkan kolesterol Serat larut dalam apel dapat membantu membatasi jumlah kolesterol yang diserap ke dalam aliran darah, yang dapat menurunkan LDL atau kolesterol jahat, kata Rice. Menurunkan kolesterol secara umum mengurangi risiko penyakit jantung, stroke, diabetes tipe 2.

Diabetes adalah kondisi kronis yang menyebabkan gula darah tinggi. Inilah cara mengendalikan level gula darah dan tetap sehat. Sebuah tinjauan 2015 menemukan korelasi sering makan apel dan faktor risiko penyakit kardiovaskular yang lebih sedikit, terutama kolesterol. Para peneliti juga menemukan prebiotik dalam apel dapat berperan dalam mencegah penyakit kardiovaskular.

Meningkatkan sistem kekebalan tubuhCara meningkatkan sistem kekebalan tubuh melalui perubahan pola makan dan gaya hidup. Serat larut, seperti pektin dalam apel, dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh, kata Allison Childress, ahli diet dan asisten profesor di Departemen Ilmu Nutrisi di Universitas Texas.

“Serat larut meningkatkan produksi protein interleukin-4 yang merangsang sel-T. Sel-T berperan penting dalam kekebalan terhadap patogen,” kata Childress.

Sebuah tinjauan tahun 2020 menemukan pektin dapat meningkatkan penghalang kekebalan usus, yang selanjutnya dapat melindungi dari infeksi di usus.

Ramah diabetes Berkat seratnya, apel memiliki indeks glikemik rendah, yang berarti apel tidak menyebabkan lonjakan gula darah, menjadikannya pilihan yang sehat bagi penderita diabetes. Apel memiliki GI sekitar 28. Sebagai perbandingan, segelas jus apel yang kekurangan serat memiliki GI sekitar 44. Selain menjadi pilihan sehat bagi penderita diabetes, apel dapat membantu mengurangi risiko terkena diabetes.

Sebuah studi tahun 2005 mengaitkan apel secara khusus dengan risiko diabetes yang lebih rendah, menemukan mereka yang makan satu apel sehari memiliki risiko 28 persen lebih rendah terkena diabetes tipe 2 dibandingkan yang tidak makan apel.

Mencegah kerusakan akibat radikal bebasApel kaya polifenol, yang merupakan bahan kimia tanaman yang sarat antioksidan. Childress mengatakan polifenol dapat membantu melindungi tubuh dari kerusakan sel yang disebabkan oleh radikal bebas dan dapat membantu mencegah kondisi seperti:

-Kanker -Penyakit jantung -Diabetes -Penyakit mata -Alzheimer -Parkinson

Penting untuk dicatat sebagian besar kandungan antioksidan berasal dari kulit apel, kata Childress. Jadi, Anda harus menghindari mengupas kulitnya.

Bermanfaat untuk kesehatan tulang Makan apel dapat berkontribusi pada kepadatan mineral tulang yang lebih tinggi, kata Childress. Hal ini dapat mencegah osteoporosis, yaitu ketika terjadi kerusakan struktur tulang yang dapat menyebabkan peningkatan risiko patah tulang. Ini karena vitamin dan mineral seperti vitamin C dan potasium yang ditemukan dalam apel dapat mengurangi jumlah kalsium yang hilang dari ekskresi sehingga meningkatkan kesehatan tulang, kata Rice.

Sebuah tinjauan tahun 2012 menemukan hubungan antara asupan buah yang lebih tinggi dan kepadatan tulang yang lebih tinggi serta kekuatan tulang, dengan apel secara khusus menjadi salah satu buah yang dipelajari. Diyakini manfaat asupan buah terkait dengan antioksidan dan senyawa bioaktif lain yang ditemukan dalam buah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.