Tesla Digugat Pekerja Wanita Lagi Atas Tuduhan Pelecehan Seksual

Produsen mobil listrik Tesla Inc. digugat lagi oleh pekerja wanita dengan tuduhan pelecehan seksual, kurang dari sebulan setelah dua tuntutan hukum yang juga dari kaum hawa.

Tuntutan hukum sebelumnya menuduh lingkungan kerja pabrik Tesla tidak bersahabat dengan terhadap wanita.

Erica Cloud, pekerja bagian perakitan Tesla, menuduh mantan manajernya melakukan pelecehan seksual secara terus-menerus. Gugatan tersebut telah diajukan ke Pengadilan Tinggi Alameda County, California, pada Rabu lalu.

Dia menyebut sang manajer memeluk dan memijatnya sambil melontarkan komentar yang kasar dan sugestif. Bahkan, Cloud mengaku mengalami pembalasan dari manajer lain setelah dia mengeluhkan masalah pelecehan seksual itu kepada tim Sumber Daya Manusia Tesla.

Gugatannya menyebutkan bahwa Tesla dan terdakwa lainnya gagal mencegah dan mengambil tindakan korektif atas pelecehan seksual dan tindakan pembalasan.

Mengutip Autoblog hari ini, Sabtu, 11 Desember 2021, Tesla tidak segera menanggapi pertanyaan via email dari Reuters. Tesla memang tidak memiliki Departemen Hubungan Masyarakat.

Pada 18 November silam, pekerja wanita Tesla lainnya, Jessica Barraza, mengajukan gugatan dengan tuduhan pelecehan seksual yang merajalela di pabrik utama mobil listrik di Fremont, California.

“Budaya pelecehan seksual yang meluas, yang mencakup rentetan bahasa dan perilaku seksis setiap hari diketahui oleh supervisor dan manajer, dan sering dilakukan oleh mereka,” demikian tuduhan Barraza.

Sebelum tuduhan pelecehan seksual, pada Oktober lalu seorang pekerja kontrak kulit hitam mendapatkan hadiah USD 137 juta setekah mengalami rasisme di Tesla. Pemegang saham Tesla pun menyetujui usulan penerbitan laporan tentang keragaman dan upaya inklusi perusahaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.